sYair pEtaNg…
August 11, 2009
babywynn
seandainya engkau ngerti apa yang tersirat dalam kata-kataku,
Pastikah engkau memohon maaf padaku?
Atau aku mungkin tak ngerti apa yang tersirat di dadamu dalam perkataanmu?
sehingga aku mencelamu?
Namun,
Engkau memang tidak dapat ngerti dalam pengetahuanmu akan perkataanku,
sehingga engkau pula mencelaku,
menyatakan kelemahanku berupa bencimu,
Dan aku mula sedar engkau tidak tahu,
kerna Engkau belum mencukup matang,
belum rasa bersuka-suka,
mahu bebas di awang-awang,
mungkin atas dasar umurmu yang masih muda,
Atau tak suka diperlihat mau pergi mana yang engkau suka,
Dan aku pun sedar…
sehingga aku memaafkanmu?
kerna pengertianku padamu kian memakan diri,
Ambillah segala perkara duniawimu,
kubiarkan hatimu bebas dan terasing dariku,
sebab diriku harus engkau lepaskan kerna aku kekayaan paling besar di antara engkau,
Sekalipun engkau biarkan aku sendirian……
Entry Filed under: Uncategorized
3 Comments Add your own
Leave a Comment
Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
Trackback this post | Subscribe to comments via RSS Feed

1. Iocus Theoda | August 12, 2009 at 7:54 pm
Sungguh kecewa bunyinya. Meh Nana balas lak:
Inai merah,
menghiasi tangan kusam,
Perhiasan yang tidak ternilai,
Serlahnya ayu dihujung jari.
Inai merah,
suatu kemestian dalam permulaan kisah,
suatu keindahan saat dipandang,
dimengerti, diingati.
Inai merah,
sedih pabila melihatnya pudar,
namun akhirnya terlihat jari-jemari yang mulus,
hasil perginya inai,
Dan kini tangan menjadi lebih suci,
Untuk dipaparkan inai baru.
2. babywynn | August 15, 2009 at 11:04 pm
amboi cik nana kiter…
nice poem…
i like it…
berbakat:)
3. Nana | August 20, 2009 at 9:36 pm
tima kasih…